Kemeja Apa yang Harusnya Dimasukkan ke Dalam Celana?

12.15.00


Memasukkan kemeja ke dalam celana mungkin sebuah pekerjaan paling gampang untuk dilakukan. Bahkan kita udah nggak sadar bahwa tangan kita merapikan sendiri baju yang keluar dan berantakan dari celana. Khususnya bagi para cowok nih yang wajib pakai baju rapi untuk kerja dan urusan formal supaya terlihat profesional.

Akan tetapi, tahukah kamu kalau nggak semua kemeja cocok untuk dimasukan? Sebaliknya, nggak semua pula cocok untuk selalu dibiarkan keluar. Jadi, kemeja apa yang harusnya dimasukin ke dalam celana, dan mana kemeja yang harusnya dikeluarin?

Untuk mengetahuinya, kamu harus paham terlebih dahulu jenis kemeja yang kamu pakai. Pada umumnya, ada tiga jenis kemeja pria yang sering dikenakan.

Kemeja yang ketika dipakai bagian bawahnya selalu dimasukkan di dalam celana, misalnya kemeja/hem seragam sekolah dan kemeja kerja di kantor
Jenis yang pertama adalah kemeja formal atau dress/formal shirt. Kalau lagi pakai kemeja seperti ini maka sebaiknya jangan pernah membiarkan dress shirt kamu menggantung keluar. Karena kemeja jenis ini dibuat untuk selalu dimasukkan.

Biasanya kemeja ini dibuat dalam warna-warna cerah yang netral, seperti putih, biru muda, pink muda, dan sejenisnya. Ciri lainnya antara lain kerahnya yang kaku dan berdiri tegak. Kerah ini dibuat untuk dipakai bersama dasi. Biasanya juga terdapat tempat collar stays dan cuff links pada kerah dan lengannya. Kadang ada kemeja yang tidakk memiliki kantong atau ada di sebelah dada kiri.

Yang paling penting adalah ukuran panjang kemeja ini. Bagian tail atau bagian bawah pada dress shirt lebih panjang, bahkan sampai menutupi seluruh risliting celana dan kantong belakang celana. Kalaupun nggak sampai menutupi itsleting, biasanya kemeja ini berbentuk tail melengkung. Oleh karena itu, kemeja jenis ini harus dimasukkan karena akan membuat penampilan kamu jadi aneh jika dibiarkan keluar.

Kemeja yang ketika dipakai bagian bawahnya selalu di luar celana, seperti kemeja batik dan baju muslim yang dipakai di luar sarung
Jenis kedua adalah casual shirt. Kemeja ini berbeda dalam beberapa hal dari dress shirt. Mulai dari kerah yang lebih lembek, warna dan motifnya pun bermacam-macam. Kadang memiliki satu kantong di dada, dua kantong, kantong dengan penutup. Bagian lengan ada yang panjang, dan ada pula lengan pendek.

Casual shirt digunakan untuk kegiatan yang lebih santai. Cocok dipakai bersama celana jeans, chino, corduroy, bahkan celana pendek. Yang menentukan apakah kemaja ini harus dimasukkan atau enggak adalah panjang tailnya. Tail pada kemeja jenis ini berakhir sedikit di bawah ikat pinggang. Itu artinya casual shirt dibuat untuk dibiarkan di luar, karena jika kamu memasukkan kemeja ini, bagian tailnya akan dengan mudah keluar. Apalagi saat kamu bergerak.

Kemeja yang ketika dipakai bagian bawahnya terkadang dimasukkan di dalam celana namun terkadang di luar celana
Di sisi lain, beberapa kemeja memiliki ciri keduanya, memiliki warna dan motif yang beragam, tapi memiliki tail yang lebih panjang dibanding casual shirt (tapi nggak sepanjang dress shirt). Terkadang kemeja jenis ini bikin bingung karena ukurannya yang nanggung untuk dimasukkan dan dikeluarkan. Jangan bingung hoho! Karena kemeja ini memang memberi kebebasan pada pemakainya untuk membiarkannya di luar atau di dalam. Kemeja ini tetap terlihat bagus saat dibiarkan keluar dan tetap nyaman dipakai saat dimasukkan.

Itulah tiga jenis kemeja yang menentukan apakah harus dimasukkan atau dikeluarkan dari dalam celana. Yang paling penting dalam menentukan kapan kamu harus memasukkan kemeja adalah memperhatikan panjang tail kemeja, bukan karena kemejanya kebesaran.


Mencari kemeja pria? Cari di www.gatsuone.com aja! Di sana ada berbagai pilihan kemeja terbaik untuk acara formal dan kasual. Follow juga instagram @gatsuone biar nggak ketinggalan info dan promo setiap harinya. Have a great day!

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook